Showing posts with label Jangan Berlebihan Menyanjung Uje. Show all posts
Showing posts with label Jangan Berlebihan Menyanjung Uje. Show all posts
Friday, 13 March 2015 0 comments

RENUNGAN | Jangan Berlebihan Menyanjung Uje

Bab Terakhir

RENUNGAN 


Ustadz Jefry Al-Bukhari rahimahullah memang jempolan. Beliau bisa dibilang sosok komplit. Sudah ganteng, ramah, murah senyum, suaranya bagus. Beliau bisa bergaul dengan siapapun. Itulah sebabnya beliau dijuluki ‘Ustadz Gaul.’ Setelah beliau pergi untuk selamanya, sebagian besar masyarakat Indonesia merasa kehilangan. Hingga kini mayoritas masyarakat Indonesia masih terus mengenangnya. Kharismanya mengalahkan beberapa orang besar yang pernah lahir di bumi Nusantara ini.
0 comments

Pipik dan Ustadz M | Jangan Berlebihan Menyanjung Uje

Bab Lima

Pipik dan Ustadz M

Mungkin sebagian dari para pembaca yang budiman, entah sebagian besar atau kecil, sudah mendengar tentang gosip kedekatan Pipik, janda almarhum Uje, dengan seorang ustadz berinisial M. Setelah dilacak, Ustadz M itu mengarah ke Ustadz Mohay. Tentu gosip ini menjadi tambahan cobaan buat Pipik. Belum lega ketegangan dengan keluarga almarhum suami, sekarang Pipik harus mendapat ujian yang tidak ringan. Selain dekat dengan almarhum Uje, ustadz M itu juga dekat dengan Pipik dan keempat anaknya. Kabarnya Adiba dan adik-adiknya memanggil Ustadz M ‘Abi’, sebagaimana mereka memanggil Uje. Namun Pipik langsung membantah dengan berkata, “Itu fitnah.”

0 comments

Jangan Berlebihan Menyanjung UJE | Jangan Berlebihan Menyanjung Uje

Bab Empat 

Jangan Berlebihan Menyanjung UJE

Sekarang kita sampai di Bab Utama naskah ini. Bab ini bisa dibilang inti atau Pembahasan Utama dalam naskah singkat ini. Awal Ramadhan 1434 H kemarin Penulis mengikuti kursus komputer gratis yang diselenggarakan oleh salah satu lembaga kursus di Yogyakarta. Salah satu guru teknisi komputernya bernama Edi (bukan nama sebenarnya), seorang pemuda dewasa yang usianya 3-4 tahun di bawah Penulis, sekitar 30-31 tahun. Siang itu, setelah kursus, Penulis dan Edi mendapat kesempatan untuk berduaan. Saat itulah kami berbincang banyak tentang almarhum Ustadz Jefry Al-Bukhari. Sang Guru Penulis bertutur:

Saturday, 30 August 2014 0 comments

Ibadah yang Ideal | Jangan Berlebihan Menyanjung Uje

Bab Tiga

Ibadah yang Ideal

Suatu ketika, ada tiga lelaki yang mendatangi rumah istri-istri Nabi Saw. Mereka ingin mengetahui ibadah beliau selama ini. Salah satu dari mereka berkata, “Seperti apakah perbedaan kami dengan Rasulullah Saw? Beliau orang yang dosanya telah diampuni, baik dosa yang telah lewat maupun yang akan datang.” Artinya, Rasulullah Saw itu orang suci, yang terpelihara dari dosa, tapi beliau masih sangat rajin beribadah. Secara umum, para sahabat Nabi dan masyarakat Madinah mengetahui aktivitas beliau di masjid dan di pasar. Namun untuk aktivitas rumah tangga beliau, aktivitas yang sifatnya sudah pribadi, hanya diketahui oleh keluarga beliau dan para pembantunya semacam Abdullah bin Mas’ud dan Anas bin Malik.

0 comments

Jangan Ghuluw (Berlebihan) | Jangan Berlebihan Menyanjung Uje


Bab Dua

Jangan Ghuluw (Berlebihan)

Seorang Muslim diperintahkan untuk menghormati dan mencintai sesamanya. Terhadap para ulama dan orang sholeh, perintah untuk menghormati itu lebih ditekankan. Allah SWT memberi penghargaan terhadap orang-orang yang berilmu. Dalam salah satu surat di Al-Quran, Allah SWT berfirman: “Katakanlah, apakah sama antara orang-orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu?” [QS Az-Zumar (39) ayat 9]

Dalam firman-Nya yang lain: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu di antara kamu beberapa derajat (lebih tinggi dari hamba-hamba-Nya yang lain).” [QS Al-Mujadilah (58) ayat 11]

Thursday, 14 August 2014 0 comments

Beribadah Apa Adanya | Jangan Berlebihan Menyanjung Uje

BAB SATU

Beribadah Apa Adanya

      Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya, serta memohon perlindungan-Nya dari keburukan jiwa dan kejelekan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petujuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Begitu pula sebaliknya, barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut diibadahi (disembah) selain Allah, Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Utusun-Nya. Allah SWT Berfirman:

0 comments

Jangan Berlebihan Menyanjung Uje (Pendahuluan)




Pendahuluan

      Naskah ini tidak bermaksud membahas biografi almarhum Ustadz Jefry Al-Bukhari (Uje). Salah satu sebabnya karena Penulis tidak tahu atau hanya tahu sedikit tentang riwayat hidup ustadz muda yang dipanggil Allah pada hari jumat dini hari tanggal 26 April 2013 yang lalu. Naskah ini lebih berfokus pada: Kekisruhan makam Uje beserta pro dan kontranya, serta Pembangunan makam yang sesuai dengan Sunnah Rasul.

 
;