Naskah ini masih berhubungan dengan dua naskah penulis sebelumnya. Selain
karya seni dalam bentuk visual atau media elektronik berupa film dan sinetron,
kita juga perlu menyorot karya seni dan sastra dalam bentuk media cetak, yaitu
buku. Buku adalah gudangnya ilmu. Dari buku kita bisa meraih secuil hingga
segunung ilmu. Walaupun di jaman modern ini orang bisa meraih ilmu pengetahuan
lewat internet, orang yang mencari ilmu lewat buku tetap terhitung banyak,
bahkan
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts
Sekitar tahun 2001-2002, ketika penulis kuliah di D-2 Komunikasi Jurnalistik PPKP UNY, ada seorang dosen wanita yang ketika mengajar menyinggung sedikit tentang sinetron-sinetron masa kini. Dosen penulis itu sebut saja Bu Sri (bukan nama sebenarnya, sebab nama sebenarnya penulis sudah agak lupa). Saat itu Bu Sri mengkritik sinetron ‘Tersanjung’ yang episode-nya sampai 6. Satu episode bisa sekitar 70 seri. Bu Sri merasa sebel atau jengkel, dan mungkin juga banyak orang yang jengkel terhadap sinetron tersebut. Bu Sri berkata,
Naskah ini kami harapkan bisa menjadi
masukan atau nasehat untuk para seniman dan sastrawan semacam penulis novel,
sutradara, penulis skenario film, drama atau sinetron. Bahkan penulis juga
berharap, semoga naskah singkat ini bisa menjadi masukan yang bermakna untuk
para pemilik Prodution House atau
Rumah Produksi di Indonesia. Penulis sangat berharap, semoga naskah singkat ini
sedikit banyak bisa membantu perkembangan film dan drama di negeri kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact